Rumah Makan Garuda

Rumah Makan Garuda

Daftarrestoranindo.web.id – Restoran Garuda, yang didirikan pada tahun 1976, dimulai dengan niat pendiri, terlambat. H. Bakhtar, untuk menyimpang dari pedagang pakaian menjadi pelindung bisnis kuliner. Sekarang, di bawah manajemen generasi kedua, RM Garuda memiliki 19 poin penjualan, 16 poin penjualan di kota-kota utama Indonesia dan tiga poin penjualan di Singapura. Apa kisah sukses perkembangan Garuda Garuda? Zulhelfi, SE, yang mengambil operasi RM Garuda sejak pendiri meninggal pada 1995.

RM dan Buffet Garuda didirikan sejak tahun 1976 oleh alm. H. Bakhtar. Cikal bakal pendirian berawal dari niat Bakhtar untuk banting setir dari kegiatan sehari-harinya yang berjualan kain di Pasar Perniagaan. Menyadari kondisi perdagangan kain yang semakin menurun, maka Bakhtar memberanikan diri untuk mempelajari bentuk bisnis yang lain. Sebelum menjalankan bisnis rumah makan, pendiri melakukan perjalanan ke Palembang untuk berguru kepada adiknya yang telah menjalankan bisnis rumah makan. Sekembalinya dari sana, Bakhtar mulai menjalankan bisnis rumah makan pertamanya di Jalan Pemuda. Saat itu, bangunan yang digunakan masih bangunan sewa dan sang istri, Yulinar juga ikut membantu di dapur untuk memberi pengarahan menu kepada juru masak. Konsentrasi ke masakan Minang karena latar belakang Bakhtar yang berasal dari Padang. Untuk menambah permodalan, di awal usahanya Bakhtar melakukan join dengan adiknya. Namun di tengah jalan, terjadi pemisahan di tahun 1990 dan berdiri sendiri hingga saat itu. Sejak Bakhtar meninggal di tahun 1995, saya mengambil alih seluruh operasional RM Garuda.

Bagaimana perjalanan resto sejak didirikan hingga sekarang?
Sama seperti usaha lainnya, RM Garuda didirikan juga dengan penuh perjuangan. Mulai dari sepinya pengunjung di tahap awal hingga sulitnya keuangan untuk mendanai usaha menyebabkan harta benda Bakhtar harus disita bank. Namun dengan usaha keras, Bakhtar dapat bangkit dan secara perlahan mulai mendirikan cabang di dalam kota hingga ke luar kota. Kisah jatuh bangun juga terjadi di tahun 2008, ketika salah satu cabang RM Garuda di Jalan Gajah Mada terbakar, dan setelah melalui proses renovasi akhirnya dibuka kembali tahun 2009.

Awal ekspansi dilakukan di tahun 1978, RM Garuda memiliki cabang ke luar kota yaitu kota Tebing Tinggi (saat ini telah ditutup). Saat itu, pasar mulai terbentuk dan permintaan pelanggan mulai tinggi. Setelah melakukan analisis pasar, Bahktar mulai melakukan pelebaran sayap terhadap usahanya. Setahun kemudian, 1979 dibuka lagi cabang kedua di Jalan Gatot Subroto (telah ditutup). Saat ini RM Garuda telah memiliki 16 cabang RM Garuda di Indonesia di antaranya 8 cabang di Medan, 1 cabang di Lampung, 5 cabang di Jakarta, dan 2 cabang anak usaha yang diberi nama “RM Berjaya”. Sementara di luar negeri, Rumah Makan Garuda memiliki 3 cabang di Singapura.

Baca juga : Makanan Padang Pondok Guri

Sejak tahun 1988, saya mulai berperan dalam sisi manajemen. Dirinya mulai masuk ke dalam divisi produksi (dapur) untuk mengurus masalah pembelian, pemenuhan bahan baku, dan biaya. Bahkan untuk memperdalam pengetahuan dan pengalamannya, saya ditempatkan ke Kota Lampung. Di sana Bakhtar membuka cabang RM Garuda. Saat itu, Lampung dalam masa pembangunan yang cukup pesat namun kekurangan fasilitas hiburan dan sarana rumah makan. Di Lampung, saya menghabiskan masa empat tahun untuk mengembangkan usaha rumah makan.

Bagaimana strategi berekspansinya?
Dengan melakukan riset pasar terlebih dahulu. Mempelajari karakter masyarakat sekitar, kemampuan konsumsi, hingga keramaian lalu lintas menjadi bahan pertimbangan. Untuk investasi ke bangunan, di awal perjalanan usahanya Bakhtar melakukan penyewaan gedung. Setelah kondisi cukup stabil, perlahan mulai berani berinvestasi ke aset bangunan. Sedangkan saya sendiri, sebelum melakukan ekspansi dirinya melakukan riset pasar yang cukup mendalam. Dirinya rela melakukan pengamatan langsung ke lapangan selama berhari-hari untuk mempelajari karakter pasar dan wilayah yang disasar. Kegiatan ekspansi yang mulai melejit saat melakukan pembukaan cabang di Jakarta di tahun 2003. Setiap tahun manajemen menyediakan dana untuk pengembangan outlet dan promosi untuk pengembangan usaha. Rata-rata target untuk peningkatan omset dipatok 110-130%.

Bagaimana memenuhi kebutuhan chef?
Kebutuhan juru masak disesuaikan dengan jumlah dan permintaan pengunjung. Juru masak yang dipergunakan bukanlah lulusan akademi masak, tetapi lebih dicari yang berpengalaman masak. Untuk menjadi juru masak, pihak manajemen Garuda sangat selektif memilih. Fase yang dijalani harus berawal dari asisten juru masak. Setelah dinilai cukup pengalaman, akan diangkat sebagai juru masak. Banyaknya cabang, membuat Zulhelfi harus membuat pusat produksi makanan terkonsentrasi. Di Medan, Rumah Makan Garuda memiliki empat rumah produksi. Setiap rumah produksi memiliki tiga orang untuk memastikan rasa dan kualitas makanan sebelum dijual di depan rak kaca. Sejak jam 6.00 pagi, tim telah siap untuk mengecek dan memastikan menu harian. Setelah dicek, makanan disebar dengan armada kendaraan pickup box ke seluruh cabang yang tidak memiliki rumah produksi.

Related posts