Makan Di Kampoeng Aer Tangerang

Makan Di Kampoeng Aer Tangerang

Daftarrestoranindo.web.id – Saat ini tempat makan sekaligus untuk rekreasi semakin diminati. Apalagi saat akhir pekan tempat seperti itu bisa dipakai keluarga untuk makan bersama sembari bersantai. Untuk mencarinya tidak perlu pergi ratusan kilometer dari Jakarta.

Tempat itu adalah restoran Kampoeng Aer. Restoran itu menyajikan one stop entertainment. Tidak hanya menyediakan menu makanan saja, tetapi juga tempat rekreasi. Sebelumnya restoran ini mempunyai konsep alfresco dining (makan di alam terbuka) sejak tahun 2004 di Family Park, Alam Sutera, Tangerang.

Pada tahun 2011 berganti konsep dan berganti nama menjadi Kampoeng Aer The Resort Restaurant. Lokasinya juga pindah ke Serpong yang berdekatan dengan Rumah Sakit Ashobirin.

Menurut Ericson B Hendriansjah, Direktur Kampoeng Aer The Resort Restaurant, Kampoeng Aer merupakan pengembangan dj’s Kampoeng Aer. Beragam pembenahan dilakukan di semua divisi.

Mulai dari konsep, menu, karyawan, hingga dilibatkannya tenaga profesional di masing-masing bidang.

“Sejak 2004 konsep yang awal sudah tidak sesuai lagi karena banyak dipakai oleh restoran lain sehingga kami perlu menggantinya. Namun tidak meninggalkan image yang menyuguhkan konsep alam terbuka,” ujar Eric.

Lahan seluas empat hektar ini memiliki gazebo berkapasitas 10 hingga 100 orang. Selain itu terdapat lobi utama yang sangat nyaman dan luas. Serta ruangan VIP berkapasitas hingga 200 orang, panggung terbuka, dan areal parkir seluas satu hektar.

Dan secara keseluruhan bisa menampung hingga 1.000 tempat duduk.

Rencana ke depannya lokasi ini juga akan dilengkapi dengan area trek berkuda dan sekolah berkuda untuk anak-anak. Untuk pengadaan kuda mereka bekerja sama dengan batalyon kavaleri (Yonkaf) 9 atau penyerbu (BU) yang bersebelahan dengan Kampoeng Aer.

“Kami juga akan mengadakan outbound dan tracking bagi anak SD.

Serta ada pelatihan seperti membuat keramik, belajar memasak yang juga diperuntukkan bagi anak-anak,” ujar Eric.

Selain itu rencananya juga akan membangun dermaga-dermaga di sepanjang Sungai Cisadane sehingga bisa terwujud wisata air Cisadane.

Program ini juga merupakan rencana bersama dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan yang akan diwujudkan pada tahun 2012.

Saat menyambangi tempat itu, memang belum sepenuhnya jadi, masih belum banyak tanaman hijaunya. Namun rencananya akan ditanam sebanyak 250 bibit pohon bantuan Pemerintah Kota Tangerang Selatan.

Eric mengatakan, lokasi restoran ini berdekatan dengan Markas Yonkaf 9.

Setiap 3 bulan sekali Yonkaf 9 berlaih menembak di areal sekitar restoran. Untuk itu, setiap 3 bulan sekali restoran ini tutup selama dua hari berturut-turut masing-masing mulai pukul 06.00 hingga pukul 12.00.

Baca Juga : Kuliner Tanjung Pura Rilex Seafood

Tahu jumbo

Menu yang ditawarkan di tempat itu berkomposisi 60 persen masakan nusantara, 15 persen kontinental, dan 25 persen oriental.

Menu-menu itu disajikan dengan ala carte, prasmanan, set menu, dan melayani pesan antar serta bisa untuk dibawa pulang.

Saat soft opening Juli 2011, mereka memperkenalkan menu baru dan menu khas yang sudah menjadi favorit restoran itu seperti gurame goreng kipas, cumi bakar, udang bakar, karedok, dan tahu isi.

Tahu isinya berukuran jumbo dan bisa dikatakan sebagai ikon Kampoeng Aer. Tahu yang biasanya disajikan dalam bentuk gorengan maupun masakan berkuah ini berbentuk padat.

Khasnya adalah ketika digoreng kering dan di dalamnya terdapat rongga.

Bagian tengah tahu yang berongga memudahkan untuk memasukkan bahan isiannya yang terdiri dari perpaduan seafood dan sayuran. Keistimewaan dari tahu isi ini, selain ukurannya yang jumbo, tekstur luarnya krispi, dan komposisi seafood dengan sayuran yang pas.

Ditambah bumbu dan sambalnya yang khas.

Lalu juga ada gurame kipas. Mungkin sekilas kita akan tahu bahwa lauk ini bisa ditemukan di restoran mana saja. Tetapi yang membedakannya adalah rasanya. Ketika digigit terasa renyah di bagian luarnya.

Bahkan durinya pun bisa dimakan hingga habis. Rasa dagingnya hangat dan lembut, tidak bau tanah.

Gurame kipas ini diracik dengan bumbu-bumbu segar tanpa bahan pengawet dan digoreng hingga kering. Ikan diolah masih dalam kondisi hidup sehingga kesegarannya masih terasa dan diolah secara ala minute, yang artinya dimasak langsung pada saat dipesan.

“Kuncinya adalah memasak sesuai dengan resep, tidak pelit bumbu sehingga menghadirkasn rasa dan kualitas makanan yang benar-benar nendang,” kata Dewi Sadono, General Manager Kampoeng Aer The Resort Restaurant.

Aneka sambal

Yang juga istimewa di Kampoeng Aer adalah sambal yang disediakan di antaranya adalah sambal yang khas dari daerah dan jarang tersedia di restoran besar, seperti sambal tempoyak khas Palembang yang terbuat dari duren, cabai merah, bawang merah, dan kunyit.

Lalu sambal seruit dari Lampung yang terbuat dari mangga kuweni matang, tomat, cabai merah, dan bawang merah. Sambal hae bee dari Malaysia dengan campuran ebi, bawang merah, bawang putih, cabai merah, dan kemiri.

Atau mau coba sambal dari Thailand, nam rik terdiri dari cabai merah, saus ikan Thailand dan jeruk nipis.

Sambal petis temu kunci serta sambal terasi. Semua sangat menggugah selera.

Sayuran pun disajikan dengan unik, salah satunya cah kailan dua rasa, tumisan kailan muda dan daun kailan goreng dengan cabai garam. Rasanya mantab dan khas.

Daunnya terasa krispi.

Masih dengan tumisan, coba juga baby buncis tumis daging. Sayurannya sengaja dimasak tidak terlalu matang sehingga saat digigit masih bisa terasa krenyes.

Bumbunya agak sedikit pedas.

Semua lauk dan pauk tersebut bisa dinikmati dengan nasi putih, nasi merah, atau nasi hijau. Yang disebut belakangan ini rasanya gurih mirip dengan nasi uduk.

Sedangkan warna hijaunya diambil dari daun pandan. Wangi dan sedap. Seporsinya hanya Rp 6.000.

Sebagai penutup, kami sempat mencicipi es durian. Biji durian yang masih utuh diberi dengan selasih, sirup, serta kelapa muda. Semangkuk saja sudah membuat kenyang karena banyak es serutnya.

Untuk melihat menu, restoran tersebut menggunakan majalah, isinya tidak hanya memuat jenis menu dan harganya, ada juga info dan tip serta cerita tentang Kampoeng Aer.

Sebulannya mereka mencetak 500 eksemplar.

Daftar harga yang tertera berkisar Rp 4.000 hingga Rp 77.000 per porsi. Lokasinya berada di daerah Serpong hanya 15 menit dari akses tol BSD atau 20 menit dari akses to Tangerang dan akses tol Alam Sutera.

Related posts